Semarang, jateng.bps.go.id - Pada bulan September 2026, Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,31%, inflasi y-on-y sebesar 3,18% dan inflasi y-to-d sebesar 2,06%. Penyumbang utama inflasi September 2026 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,26%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras. Penyumbang utama inflasi September 2026 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,13% adalah beras.
NTP September 2026 sebesar 120,83 atau naik 1,67 persen dibanding NTP Agustus 2026 sebesar 118,84. Kenaikan angka NTP pada September 2026 disebabkan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,02 persen lebih cepat dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,34 persen. NTUP September 2026 sebesar 125,46 naik 1,89 persen dibanding Agustus 2026 sebesar 123,13.
Secara YoY, Pada Agustus 2026, nilai ekspor mencapai 1,24 milyar US$, atau naik 13,8% dibandingkan Agustus 2025. Nilai ekspor kumulatif Jawa Tengah pada Januari-Agustus 2026 mencapai 9,85 Milyar US$ atau meningkat sebesar 21,44 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025. NIlai impor pada Agustus 2026 mencapai 1,58 milyar US$ atau naik 23,79 persen dibandingkan Agustus 2025. Neraca perdagangan total Jawa Tengah secara kumulatif (Januari – Agustus 2026) mengalami defisit sebesar US$1,96 Milyar, yang lebih dalam jika dibanding periode yang sama tahun 2025 yaitu sebesar US$1,24 milyar.
Pada Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke Jawa Tengah mencapai 13,79 juta perjalanan, turun sebesar 4,16 persen bila dibandingkan Juli (m-to-m), namun naik 25,80 persen dibandingkan bulan Agustus 2025 (y-on-y). TPK hotel di Jateng Agustus 2026 sebesar 34,57% mengalami penurunan 1,26 poin dibandingkan bulan Juli lalu, namun secara y-on-y naik sebesar 2,49 poin.
Terjadi peningkatan penumpang angkutan udara domestik untuk keberangkatan sebesar 4,41% begitu pula untuk kedatangan, juga mengalami peningkatan sebesar 8,59 % jika dibandingkan bulan Juli 2026. Terjadi penurunan jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara internasional sebesar 3,32% penumpang dari 6.845 penumpang menjadi 6.618 penumpang. Hal ini disebabkan sudah berakhirnya masa libur sekolah