Beranda Industri
Language
Indonesian English
Subyek Statistik
Info Lelang

--Tidak ada info--

Hari Ini
April 2014
SSRKJSM
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini50
mod_vvisit_counterMinggu ini3401
mod_vvisit_counterBulan ini13117
mod_vvisit_counterBulan Lalu26149
mod_vvisit_counterKeseluruhan224057

Mulai 01 Januari 2012
 33 Pengunjung sedang online
Moto

pin pst

PostHeaderIcon Industri

06. industri.jpg

1. Pertanian Tanaman Pangan
     Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penyangga pangan nasional, oleh karena itu produktivitas padi lebih diutamakan untuk terus dipacu. Pada tahun 2012, produktivitas padi sekitar 57,70 kuintal per hektar, meningkat 5,92 persen dibanding produktivitas tahun sebelumnya. Begitu pula dengan luas panen padi dan jumlah produksi padi yang juga mengalami peningkatan masing-masing sebesar 2,86 persen dan 8,95 persen. Sebagian besar produksi padi merupakan padi sawah, yaitu sekitar 96,86 persen. Produktivitas padi di Kabupaten Sukoharjo adalah tertinggi di antara produktivitas padi di kabupaten/kota lain, yakni sebesar 66,49 kuintal per hektar. Sedangkan produktivitas terendah tercatat di Kabupaten Batang yaitu sebesar 40,19 kuintal per hektar.
     Secara umum, luas panen, produktivitas per hektar dan produksi tanaman palawija di Jawa Tengah tahun 2012 hampir semua mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan luas panen padi 2,86 persen, jagung 6,39 persen, ubi kayu 2,11 persen,, kacang tanah 11,64 dan kedelai 18,45 persen. Sedangkan untuk ubi jalar dan kacang hijau masing - masing mengalami penurunan sebesar 0,57 dan, 4,09 persen.
     Produktivitas beberapa tanaman padi palawija tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan dengan produktivitas tahun 2011. Untuk padi naik sebesar 5,92 persen, jagung 3,12, ubi kayu 7,64 persen, ubi jalar 6,31 persen, kacang tanah 5,23 persen dan kacang kedele 14,61 persen.
     Secara umum, produksi beberapa jenis sayuran buah semusim (bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, cabe, tomat, wortel, kacang panjang, buncis, ketimun, dll) selama tahun 2008-2012 mengalami fluktuasi. Produksi sayuran buah semusim di tahun 2012 sebesar 22,26 juta kuintal atau mengalami penurunan sebesar 2,28 persen dari tahun sebelumnya.
     Produksi beberapa jenis buah sayur tahunan seperti mangga, rambutan, duku, klengkeng, blimbing, durian, pisang, salak, jeruk, nanas dan pepaya dalam periode tahun 2008–2012 juga berfluktuasi. Produksi buah sayur tahunan di tahun 2012 sebesar 21,90 juta kuintal atau mengalami penurunan sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya.

2. Perkebunan
     Produksi tanaman perkebunan merupakan salah satu sumber devisa sektor pertanian. Perkebunan terdiri dari perkebunan besar dan perkebunan rakyat.
     Luas dan produksi tanaman perkebunan rakyat selama 2008 sampai dengan 2012 di Jawa Tengah mengalami fluktuasi. Dilihat dari sisi luas, tanaman perkebunan rakyat yang mempunyai area yang cukup luas pada tahun 2012 adalah tanaman kelapa, tebu, tembakau, cengkeh, kapok, kopi dan jambu mete. Sedangkan dilihat dari sisi produksi, tanaman kelapa, tebu, tembakau, kopi, kapok dan nilam mempunyai produksi yang cukup besar.

3. Peternakan
     Jenis ternak yang diusahakan di Jawa Tengah, adalah ternak besar, yaitu sapi (potong/perah), kerbau dan kuda, sedangkan ternak kecil terdiri dari kambing, domba dan babi. Disamping itu juga diusahakan aneka ternak, termasuk unggas (ayam, itik dan burung puyuh) dan kelinci.
     Populasi ternak besar pada tahun 2012 untuk sapi, kerbau dan kuda masing-masing tercatat sebanyak 2.205,81 ribu ekor, 79,67 ribu ekor dan 17,76 ribu ekor. Kabupaten Blora merupakan kabupaten dengan jumlah ternak besar terbanyak di Jawa Tengah.
     Pada tahun 2012, populasi kambing, domba dan babi yang merupakan ternak kecil tercatat sebanyak 3.889,88 ribu ekor, 2.429,13 ribu ekor dan 163,38 ribu ekor. Dibandingkan tahun sebelumnya, populasi ternak kecil dan unggas mengalami peningkatan,
     Banyaknya ternak besar yang dipotong pada tahun 2012, untuk sapi tercatat sebesar 331 ribu ekor, kerbau 8,88 ribu ekor dan kuda 16 ekor. Bila dibandingkan tahun sebelumnya, pemotongan ternak kuda naik sebesar 33,33 persen, sapi naik 6,29 persen dan kerbau turun 23,36 persen. Untuk ternak kecil yang paling banyak dipotong adalah kambing dan domba, yaitu sebanyak 791,56 ribu ekor dan 392,76 ribu ekor.
     Produksi telur (ayam ras, ayam kampung, itik dan burung puyuh) tahun 2011 tercatat sebesar 257,18 ribu ton. Tahun 2012 menjadi 271,82 ribu ton atau naik sebesar 5,69 persen. Untuk produksi susu meningkat sebesar 1,32 persen dan produksi kulit mengalami kenaikan sebesar 14,48 persen.

4. Perikanan
     Sub sektor perikanan, meliputi kegiatan usaha perikanan laut dan perikanan darat. Perikanan darat terdiri dari usaha budidaya (tambak, sawah, kolam, karamba) dan perairan umum (waduk, sungai, telaga dan rawa).
     Produksi yang dihasilkan dari kegiatan perikanan tersebut pada tahun 2012 di Jawa Tengah mencapai 533 ribu ton dengan nilai 4,88 trilyun rupiah. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, produksi ikan meningkat 3,41 persen dan nilai produksinya menurun 0,98 persen. Produksi perikanan didominasi oleh perikanan darat sebesar 276,63 ribu ton (sekitar 50 persen dari total produksi perikanan) dengan nilai sebesar 3,20 trilyun rupiah.
     Pada tahun 2012, produksi usaha budidaya perikanan dan perikanan di perairan umum mengalami peningkatan. Produksi usaha budidaya perikanan dan perikanan di perairan umum tercatat masing-masing sebesar 257,17 ribu ton dan 19,46 ribu ton dengan nilai produksi mencapai 3 trilyun dan 209,16 milyar rupiah.

5. Kehutanan
     Luas hutan yang tercatat pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah hampir 636 ribu hektar atau 19,55 persen dari total luas Jawa Tengah. Menurut fungsinya, hutan tersebut terbagi dalam hutan lindung (13,29 persen) dan hutan produksi (86,71 persen).
     Pada tahun 2012, produksi kayu jati (pertukangan) tercatat sebanyak 174 ribu meter kubik, turun sebesar 0,14 persen dibanding tahun 2011. Sedangkan produksi kayu rimba mengalami penurunan sebesar 7,08 persen, yaitu dari 127,46 ribu meter kubik di tahun 2011 menjadi 118,44 ribu meter kubik di tahun 2012.

linebps

Tabel Data Industri Menurut Tahun Rilis :

Pencarian
Tautan Website BPS
Publikasi Terbaru

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Tematik

st2013

Poling Online

Data statistik apa yg Anda butuhkan?

(3333 Pengunjung telah memilih)

7.9%
21.4%
30.1%
11.6%
29%

Partner

centraljava

bappeda

lpse