Beranda Industri
Language
Indonesian English
Subyek Statistik
Info Umum

---Tidak ada info---

Hari Ini
November 2014
SSRKJSM
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini800
mod_vvisit_counterMinggu ini6358
mod_vvisit_counterBulan ini30037
mod_vvisit_counterBulan Lalu24877
mod_vvisit_counterKeseluruhan387580

Mulai 01 Januari 2012
 40 Pengunjung sedang online
Moto

pin pst

PostHeaderIcon Industri

06. industri.jpg

1. Perindustrian
     Pembangunan di sektor industri merupakan prioritas utama pembangunan ekonomi tanpa mengabaikan  pembangunan di sektor lain. Sektor industri dibedakan menjadi industri besar dan sedang serta industri kecil dan rumahtangga. Definisi yang digunakan BPS, industri besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih, industri sedang adalah perusahaan dengan tenaga kerja 20 orang sampai dengan 99 orang, industri kecil dan rumahtangga, adalah perusahaan dengan tenaga kerja 5 orang sampai dengan 19 orang, dan industri rumahtangga adalah perusahaan dengan tenaga kerja 1 orang sampai dengan 4 orang.
     Perusahaan industri besar dan sedang di Jawa Tengah pada tahun 2011 tercatat sebesar 3.850 unit perusahaan dengan 732,03 ribu orang tenaga kerja. Berarti, dari tahun sebelumnya jumlah perusahaan industri besar dan sedang turun 0,95 persen dan jumlah tenaga kerja turun 0,39 persen.
     Pada tahun yang sama, nilai output industri besar dan sedang mencapai 165 trilyun rupiah, lebih tinggi 9,48 persen dari nilai output tahun 2010. Nilai tambah bruto (NTB) atas dasar harga pasar naik, dari 57,46 triliun rupiah pada tahun 2010 menjadi 62,12 triliun rupiah pada tahun 2011. Nilai tambah bruto terbesar dihasilkan oleh industri pengolahan tembakau (12) yaitu senilai 15,45 trilyun rupiah dan mempekerjakan sekitar 115 ribu orang. Nilai tambah terbesar kedua dihasilkan oleh industri pengolahan tekstil (13) dengan NTB sebesar  11,99 trilyun rupiah dan menyerap tenaga kerja sebanyak 140 ribu orang. Industri Produk dari Batu bara dan pengilangan minyak bumi (19) merupakan sub sektor industri dengan NTB terkecil, yakni 11,31 milyar rupiah.
     Menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, terdapat 645 ribu perusahaan industri kecil dan menengah pada tahun 2012 atau naik relatif kecil (0,10 persen) dibandingkan jumlah perusahaan tahun sebelumnya. Jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 2,85 juta orang. Nilai produksi industri kecil dan menengah pada tahun yang sama mencapai 9,30 trilyun rupiah atau meningkat 47,58 persen dari tahun sebelumnya.
     Total nilai investasi industri kecil dan menengah yang ditanamkan di Jawa Tengah tahun 2012 sebesar 9,11 trilyun rupiah atau naik sekitar 376,61 persen dibandingkan dengan tahun 2011.

2. Pertambangan
     Sektor pertambangan dengan kandungan sumber tambang yang cukup melimpah belum seluruhnya dapat digali maupun ditambangkan. Barang tambang seperti emas, tembaga, andesit, pasir besi dan barang tambang lainnya baru sedikit yang diusahakan. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, terus berupaya mengadakan eksplorasi dan eksploitasi, utamanya bahan galian batuan (pasir dan krikil, pasir urug, batu kapur, tanah liat, tanah urug, andesit dan lainnya). Produksi bahan galian Mineral Logam, Non Logam dan Batuan tahun 2012 sementara mencapai 4 juta meter kubik dengan tenaga kerja 1.450 orang.

3. Energi
     Kebutuhan energi listrik akan terus meningkat sejalan dengan roda  perekonomian daerah. Sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di perdesaan, pemerintah telah mengupayakan program listrik masuk desa, sehingga sampai tahun 2011 terdapat 7.811 desa sudah beraliran listrik dari PT. PLN (Persero) sebagai sumber energinya, dengan jumlah pelanggan 3,67 juta pelanggan.
     Jumlah energi listrik yang terjual selama tahun 2012 sebesar 16,60 milyar kwh atau meningkat 8,39 persen dibandingkan dari tahun sebelumnya. Energi listrik tersebut sebagian besar dimanfaatkan oleh rumahtangga (93,86 persen), berikutnya untuk usaha (3,09 persen), selebihnya untuk industri, kantor pemerintah, penerangan jalan dan sosial.

linebps

Tabel Data Industri Menurut Tahun Rilis :

Pencarian
Tautan Website BPS
Publikasi Terbaru

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Tematik

bannersp2010 ind

bannerst2013 ind

dinamis

Poling Online

Data statistik apa yg Anda butuhkan?

(3970 Pengunjung telah memilih)

8.7%
21.7%
28.7%
11.5%
29.4%

Partner

centraljava

bappeda

lpse