Beranda
Language
Indonesian English
Subyek Statistik
Info Umum

---Tidak ada info---

Hari Ini
November 2014
SSRKJSM
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini70
mod_vvisit_counterMinggu ini2120
mod_vvisit_counterBulan ini24478
mod_vvisit_counterBulan Lalu30196
mod_vvisit_counterKeseluruhan412217

Mulai 01 Januari 2012
 39 Pengunjung sedang online
Moto

pin pst

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH MARET 2012

kemiskinan

Semarang - Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Jawa Tengah pada Maret 2012 mencapai 4,977 juta orang (15,34 persen), berkurang 130 ribu orang (0,42 persen) jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 5,107 juta orang (15,76 persen)



Selama periode Maret 2011 – Maret 2012, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sekitar 91,4 ribu orang (dari 2,093 juta orang pada Maret 2011 menjadi 2,001 juta orang pada Maret 2012), sementara di daerah perdesaan berkurang 38,6 ribu orang (dari 3,015 juta orang pada Maret 2011 menjadi 2,976 juta orang pada Maret 2012)..

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2011 sebesar 14,12 persen menurun menjadi 13,49 persen pada Maret 2012. Begitu juga dengan penduduk miskin di daerah perdesaan yaitu dari 17,14 persen pada Maret 2011 menjadi 16,89 persen pada Maret 2012.

Garis Kemiskinan di Jawa Tengah kondisi Maret 2012 sebesar Rp. 222.327,- per kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan Garis Kemiskinan Maret 2012 sebesar Rp. 234.799,- per kapita per bulan atau naik 5,56 persen dari kondisi Maret 2011 (Rp. 222.430,- per kapita per bulan). Garis Kemiskinan di perdesaan juga mengalami peningkatan sebesar 6,54 persen menjadi sebesar Rp. 211.823,- per kapita per bulan dibandingkan dengan Maret 2011 yaitu sebesar Rp. 198.814,- per kapita per bulan.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2012 sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,00 persen tidak jauh berbeda dengan Maret 2011 yang sebesar 72,98 persen.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan baik di daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan Maret 2012 adalah beras, rokok kretek filter dan tempe. Komoditi bukan makanan yang berpengaruh besar terhadap Garis Kemiskinan di daerah perkotaan adalah biaya perumahan, pendidikan, dan listrik. Sedangkan di daerah perdesaan adalah biaya perumahan, kayu bakar, dan listrik.

Pada periode Maret 2011 - Maret 2012 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,562 pada Maret 2011 menjadi 2,272 pada Maret 2012. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,663 menjadi 0,529 pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.


Sumber : Berita Resmi Statistik 2 Juli 2012

 
Pencarian
Tautan Website BPS
Publikasi Terbaru

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Tematik

bannersp2010 ind

bannerst2013 ind

dinamis

Poling Online

Data statistik apa yg Anda butuhkan?

(4063 Pengunjung telah memilih)

8.8%
21.7%
28.9%
11.3%
29.3%

Partner

centraljava

bappeda

lpse