Semarang, jateng.bps.go.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah membuka Pelatihan Instruktur Daerah (Inda) Penetapan Kerangka Geospasial dan Muatan Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat) Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kerangka geospasial dan muatan Wilkerstat yang digunakan dalam rangkaian SE2026 sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.
Pelatihan dilaksanakan secara daring menggunakan Learning Management System (LMS) dan diikuti 39 peserta, terdiri atas dua Innas, 35 peserta Inda dari kabupaten/kota, satu Manajer Kelas, dan satu Learning Partner. Rangkaian pelatihan berlangsung melalui pembelajaran mandiri atau Massive Open Online Course (MOOC) pada 27–31 Agustus 2026, dilanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 1–2 September 2026.
Dalam arahannya saat membuka pelatihan, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, menegaskan bahwa kegiatan penetapan kerangka geospasial dan muatan Wilkerstat merupakan kelanjutan dari hasil identifikasi kondisi wilayah dan perubahan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) yang dilakukan pada pelaksanaan lapangan SE2026.
“Informasi yang sudah dikumpulkan perlu kita olah dan tindak lanjuti agar dapat menjadi bagian dari kerangka geospasial dan master Wilkerstat yang mutakhir sesuai dengan kondisi terkini di lapangan,” ujar Ali.
Ali menjelaskan, kegiatan tersebut ditujukan untuk menghasilkan kerangka geospasial yang mutakhir sesuai kondisi lapangan SE2026, sekaligus memperoleh master dan muatan Wilkerstat yang telah disesuaikan dengan kondisi terkini. Ali juga meminta para peserta memahami tidak hanya aspek teknis, tetapi juga alur, konsep, alasan, dan standar yang diterapkan dalam setiap tahapan. Hal tersebut diperlukan agar proses dari satu tahapan ke tahapan berikutnya berjalan konsisten dan menghasilkan data serta peta yang berkualitas.
Ali berharap pelatihan berlangsung interaktif dan efektif sehingga peserta dapat menyerap materi dengan baik serta menjadi bekal untuk meneruskan pengetahuan tersebut kepada petugas pengolahan peta di kabupaten/kota. Ia juga mendorong pelatihan menjadi ruang bertukar pikiran untuk menyamakan persepsi dan menyempurnakan pelaksanaan kegiatan Penetapan Kerangka Geospasial dan Muatan Wilkerstat SE2026.
“Pastikan setiap proses dilakukan dengan teliti, sesuai standar, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Ali. Ia berharap kerja sama seluruh pihak dapat menghasilkan kerangka geospasial dan muatan Wilkerstat yang mutakhir, berkualitas, dan mencerminkan kondisi wilayah di lapangan untuk mendukung pelaksanaan SE2026.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya BPS menjaga kualitas fondasi kewilayahan dalam Sensus Ekonomi 2026. Dengan kerangka geospasial dan muatan Wilkerstat yang mutakhir, tahapan pendataan dan kegiatan statistik selanjutnya diharapkan dapat dilaksanakan dengan cakupan wilayah serta beban kerja yang lebih tepat.