SEMARANG, jateng.bps.go.id - BPS Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Training Awareness ISO 9001:2015 pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh seluruh pegawai BPS Provinsi Jawa Tengah, baik pegawai tetap maupun tenaga outsourcing. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh pegawai mengenai penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan BPS Provinsi Jawa Tengah.
Dalam arahannya, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., menyampaikan bahwa penerapan ISO 9001:2015 merupakan bagian penting dalam memastikan layanan statistik terpadu yang diberikan BPS memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pengguna layanan. Pelayanan statistik kepada stakeholder merupakan tanggung jawab bersama seluruh pegawai sehingga diperlukan pemahaman yang sama terkait proses bisnis, standar pelayanan, serta upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Materi Training Awareness ISO 9001:2015 disampaikan oleh Indah Purnamasari, S.E., M.M., Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Jawa Tengah. Dalam pemaparannya, Indah menjelaskan konsep dasar ISO 9001:2015 sebagai standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu yang berfokus pada pendekatan proses, pengelolaan risiko, kepuasan pengguna layanan, serta peningkatan berkelanjutan.
ISO 9001:2015 terdiri atas 10 klausul utama, mulai dari konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dukungan, operasi, evaluasi kinerja, hingga peningkatan. Dalam penerapannya, seluruh proses mengacu pada siklus Plan, Do, Check, Action (PDCA) sebagai kerangka untuk memastikan setiap kegiatan berjalan secara terencana, terukur, dan terus mengalami perbaikan. Pengelolaan risiko menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan ISO 9001:2015.
Melalui kegiatan Training Awareness ISO 9001:2015 ini, diharapkan seluruh pegawai BPS Provinsi Jawa Tengah memiliki pemahaman yang selaras mengenai pentingnya Sistem Manajemen Mutu. Penerapan ISO 9001:2015 tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola mutu, tetapi merupakan bagian dari peran seluruh pegawai dalam memberikan layanan statistik yang berkualitas, konsisten, dan berorientasi pada kepuasan pengguna.