Semarang, jateng.bps.go.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah resmi membuka Pelatihan Instruktur Daerah (Inda) Pemutakhiran Data Perkembangan Desa (PODES) 2026 pada Senin (30/3). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pengumpulan data desa yang akurat dan relevan guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, dalam sambutannya menegaskan bahwa data desa yang mutakhir dan berkualitas sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Menurutnya, PODES 2026 memiliki peran krusial dalam menyediakan indikator pembangunan, termasuk dalam mendukung penyaluran dana desa yang mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
Pelatihan ini menghadirkan instruktur nasional, Elda Herida Boru Tobing dari Direktorat Ketahanan Sosial BPS, serta instruktur daerah dari BPS Provinsi Jawa Tengah, yakni Rina Kartiningrum, Asna Mega Prabandari, dan Septyaji Bangun Anargi. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman konsep, definisi operasional, hingga mekanisme pelaksanaan pemutakhiran data.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui dua metode, yakni Massive Open Online Course (MOOC) pada 25–27 Maret 2026 dan dilanjutkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 30 Maret hingga 1 April 2026. Kombinasi metode ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta secara menyeluruh.
Ketua Tim Kerja Indikator Statistik Sosial, Harjo Teguh Ilmiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan menyamakan persepsi terkait konsep dan definisi operasional variabel dalam kuesioner PODES 2026. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk memastikan keseragaman pemahaman mengenai tata kelola dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.
Sebanyak 66 peserta yang merupakan calon instruktur daerah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti pelatihan ini. Mereka diharapkan dapat menjadi penggerak dalam mentransfer pengetahuan kepada petugas lapangan serta menjaga kualitas data yang dihasilkan.
Melalui pelatihan ini, BPS Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas sebagai landasan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis bukti.