Semarang, jateng.bps.go.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menegaskan peran strategis Jawa Tengah sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi “Jawa Tengah Lumbung Pangan Nasional” yang digelar di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan ini dibuka oleh Anggota DPD RI Provinsi Jawa Tengah, Abdul Kholik, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang membahas penguatan peran Jawa Tengah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, memaparkan statistik kinerja sektor pangan di Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa provinsi ini memiliki kapasitas produksi pangan yang besar, termasuk pada komoditas hortikultura. Salah satu komoditas unggulan adalah bawang merah yang produksinya sangat dominan dan sebagian besar ditopang oleh Kabupaten Brebes sebagai sentra produksi utama.
Selain produksi, BPS juga menyoroti pola konsumsi masyarakat. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, konsumsi bahan pangan rumah tangga masih didominasi beras, diikuti ikan segar, telur ayam ras, dan daging ayam. Konsumsi telur ayam ras tercatat sekitar 10,05 butir per kapita per bulan atau setara 0,63 kilogram.
BPS juga memaparkan dinamika harga pangan yang berpengaruh terhadap inflasi. Pada Februari 2026, inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 0,76 persen secara bulanan dengan komoditas pangan menjadi salah satu penyumbang utama.
Ali Said menambahkan bahwa komoditas pangan termasuk kelompok volatile foods yang harganya mudah berfluktuasi karena dipengaruhi musim panen, cuaca, serta distribusi. Oleh karena itu, data statistik yang akurat sangat penting dalam mendukung perumusan kebijakan stabilisasi pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Erna Widijastuti, memaparkan kajian mengenai arah kebijakan pembangunan yang menegaskan penguatan sektor pertanian untuk mendukung Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.