Produk - Berita dan Siaran Pers
Cabai Merah Tekan Harga, Jawa Tengah Alami Deflasi 0,35 Persen pada Januari 2026
2 Februari 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya
Semarang, jateng.bps.go.id – Pergerakan harga komoditas pangan pada awal tahun memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekonomi Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah mencatat deflasi sebesar 0,35 persen secara month to month (m-to-m) pada Januari 2026, terutama dipengaruhi oleh turunnya harga cabai merah.
Hal tersebut disampaikan oleh Wisnu Nurdiyanto, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah, dalam rilis resmi yang disampaikan secara daring pada Senin, 2 Februari 2026. Wisnu menjelaskan bahwa secara tahunan, inflasi year on year (y-on-y) Jawa Tengah pada Januari 2026 tercatat sebesar 2,83 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,60. Deflasi m-to-m Januari 2026 ini terjadi setelah pada Desember 2025 Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,50 persen.
Deflasi m-to-m Januari 2026 terutama disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, seiring penurunan harga beberapa komoditas pangan, khususnya cabai merah. Penurunan harga komoditas tersebut turut memengaruhi daya beli dan konsumsi rumah tangga di Jawa Tengah.
Pada sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah Januari 2026 tercatat sebesar 114,75 atau mengalami penurunan sebesar 2,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 117,57. Indeks Konsumsi Rumah Tangga Jawa Tengah pada Januari 2026 juga mengalami deflasi sebesar 1,28 persen. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Januari 2026 tercatat sebesar 119,20 atau turun sebesar 3,29 persen dibanding bulan sebelumnya.
Dari sisi perdagangan internasional, nilai ekspor Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat sebesar US$1.189,60 juta atau meningkat 18,83 persen dibandingkan Desember 2024. Sebaliknya, nilai impor Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat sebesar US$1.340,04 juta atau turun 13,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan total Jawa Tengah pada Desember 2025 mengalami defisit sebesar US$150,44 juta, yang dipicu oleh defisit sektor migas, sementara sektor nonmigas masih mencatatkan surplus.
Pada sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat sebesar 38,73 persen. TPK hotel bintang mencapai 52,47 persen, sedangkan hotel nonbintang sebesar 26,33 persen. Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Jawa Tengah selama Januari hingga Desember 2025 mencapai 146,25 juta perjalanan.
Sementara itu, pada sektor transportasi, jumlah kedatangan penumpang angkutan udara yang datang ke Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat sebanyak 153.943 orang atau meningkat 20,99 persen. Kedatangan penumpang angkutan laut juga mengalami peningkatan, dengan jumlah debarkasi pada Desember 2025 mencapai 33.061 orang, naik 40,94 persen dibandingkan November 2025.
Berbagai indikator tersebut memberikan gambaran dinamika ekonomi Jawa Tengah pada awal 2026, yang dipengaruhi oleh perkembangan harga pangan, kinerja perdagangan, serta pergerakan sektor pariwisata dan transportasi.
Berita dan Siaran Pers Terkait
Januari 2024 Jawa Tengah Deflasi 0,08% Penyumbang Terbesar Harga Cabai Rawit dan Cabai Merah
Jelang Ramadan, Jawa Tengah Alami Deflasi 0,78 Persen
Cabai dan Bawang Jadi Pemicu Deflasi Provinsi Jawa Tengah
Harga Pangan Turun, Jawa Tengah Catat Deflasi 0,13 Persen pada Juli 2026
Normalisasi Harga Pangan Dorong Deflasi Jawa Tengah April 2026
Tahun Baru Diawali Dengan Deflasi, Jawa Tengah Catat Penurunan Harga 0,46 Persen Pada Januari 2025

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah (BPS-Statistics Jawa Tengah Province)Jl.Pahlawan No. 6 Telp. 024 - 8412802
8412804
8412805 Fax. 024 - 8311195 e-mail : [email protected]
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik