Semarang, jateng.bps.go.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DIY dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi data, khususnya terkait ekspor-impor, industri pengolahan tembakau, serta dukungan terhadap kegiatan statistik seperti Survei Industri Besar dan Sedang (SIBS) dan Sensus Ekonomi 2026.
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih beserta jajaran diterima langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Jateng-DIY, Imik Eko Putro beserta jajaran, pada Rabu 5 November 2025 di Kantor Wilayah DJBC Jateng-DIY, Jl. Ahmad Yani Semarang.
Dalam pertemuan tersebut, DJBC menyampaikan komitmen untuk mendukung BPS dalam penyediaan data perusahaan yang memanfaatkan fasilitas kepabeanan. DJBC juga siap membantu mendorong perusahaan agar berpartisipasi aktif dalam survei BPS.
BPS menyoroti pentingnya ketersediaan data rinci ekspor-impor per kabupaten/kota, termasuk aktivitas di dalam dan luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), guna penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Dari sisi industri hasil tembakau, DJBC menjelaskan bahwa data cukai dan produksi dapat dimanfaatkan BPS untuk memvalidasi hasil survei, sekaligus mengidentifikasi produksi rokok ilegal. Saat ini, industri pengolahan tembakau berkontribusi 5,85 persen terhadap ekonomi Jawa Tengah dan menjadi penyokong sektor industri pengolahan dengan kontribusi terhadap total perekonomian sebesar 33,43 persen.
Kedua instansi juga membahas tantangan teknis seperti sinkronisasi data lintas kabupaten/kota, data cleansing perusahaan rokok multikota, serta perlunya penyesuaian sistem klasifikasi KBLI dan HS agar data ekonomi lebih akurat. BPS menilai sinergi data dengan DJBC penting untuk memotret secara utuh aktivitas ekonomi Jawa Tengah, terutama di sektor ekspor, impor, dan industri pengolahan.
Sebagai tindak lanjut, BPS dan DJBC sepakat memperkuat koordinasi teknis, termasuk pemanfaatan data perusahaan penerima fasilitas kepabeanan untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026 dan Survei Industri Besar dan Sedang Triwulanan.
Kedua pihak juga berkomitmen menjadikan sinergi data ini sebagai langkah nyata menuju satu data ekonomi yang akurat, terintegrasi, dan berdaya guna bagi pembangunan Jawa Tengah.