Semarang, jateng.bps.go.id – Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Pertumbuhan ini menunjukkan kinerja ekonomi provinsi yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Jawa Tengah tumbuh 1,12 persen, sementara secara kumulatif hingga triwulan III-2025 (cumulative to cumulative/c-to-c) tercatat tumbuh 5,21 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah masih terjaga positif dengan kontribusi besar dari industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga. Ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat dan aktivitas industri terus bergerak,” ujar Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, dalam rilis resmi di Semarang, 5 November 2025.
Dari sisi lapangan usaha, Industri Pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur ekonomi Jawa Tengah dengan kontribusi 33,43 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga, yang menyumbang 60,64 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Ketenagakerjaan Membaik, Pengangguran Menurun
Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 menunjukkan perbaikan di sektor ketenagakerjaan. Jumlah angkatan kerja mencapai 22,34 juta orang, naik 0,43 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 74,36 persen, naik 0,62 persen poin dari Agustus 2024. Penduduk yang bekerja juga meningkat menjadi 21,30 juta orang, dengan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat kenaikan terbesar sebanyak 0,21 juta orang.
Persentase pekerja formal naik menjadi 41,21 persen, meningkat 0,86 persen poin dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,66 persen, lebih rendah 0,12 persen poin dibanding Agustus 2024.
Meski demikian, pekerja paruh waktu meningkat menjadi 24,19 persen, naik 2,41 persen poin, sedangkan tingkat setengah pengangguran menurun menjadi 7,00 persen.
Indeks Pembangunan Manusia Meningkat, Kualitas Hidup Semakin Baik
Selain pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan, kualitas pembangunan manusia di Jawa Tengah juga menunjukkan kemajuan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 tercatat 74,77, meningkat 0,90 poin atau tumbuh 1,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bayi yang lahir di Jawa Tengah pada tahun 2025 memiliki harapan hidup hingga 75,24 tahun, meningkat 0,33 tahun dari 2024. Dari sisi pendidikan, Harapan Lama Sekolah mencapai 13,05 tahun, naik 0,19 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat dari 8,02 tahun menjadi 8,15 tahun.
Dari sisi kesejahteraan, rata-rata pengeluaran riil per kapita naik sebesar Rp470 ribu atau 3,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan standar hidup masyarakat Jawa Tengah.
Informasi selengkapnya dapat diakses melalui Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Jawa Tengah di laman resmi: https://jateng.bps.go.id/id/pressrelease