Semarang, jateng.bps.go.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Forum Ekonomi Regional (FER) Kuartal III Tahun 2025 dengan tema “Penguatan Skema Pembiayaan dan Sinergi Kebijakan Fiskal untuk Akselerasi Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Tengah”, bertempat di Ruang Rapat Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/10).
Acara dibuka oleh Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Sujarwanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, terutama melalui penguatan akses pembiayaan dan kebijakan fiskal yang berpihak pada produktivitas pertanian.
“Pertanian dan pangan merupakan sektor strategis yang tidak hanya menopang perekonomian Jawa Tengah, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan nasional. Diperlukan langkah konkret untuk memperkuat pembiayaan sektor ini, termasuk dukungan dari lembaga keuangan dan sinergi kebijakan antarinstansi,” ujar Sujarwanto.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Forum Ekonomi Regional Jawa Tengah, antara lain perwakilan dari Bank Indonesia, Bea Cukai, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), para ekonom ahli, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah.
Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Endang, memaparkan kondisi ekonomi terkini, perkembangan inflasi, serta sejumlah indikator yang memberikan andil terhadap pergerakan inflasi di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa sinergi kebijakan antarinstansi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Selain itu, Endang juga menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang akan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih akurat dan adaptif.
Sebagai bagian dari forum ini, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan pelaku Rice Milling Unit (RMU) Low Carbon Rice (LCR) binaan dan BUMD Pangan PT. JTAB. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan daerah melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas produksi berkelanjutan.
Forum ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan ekonomi untuk memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap tantangan global.