Beranda
Language
Indonesian English
Subyek Statistik
Info Lelang

--Tidak ada info--

Hari Ini
April 2014
SSRKJSM
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini563
mod_vvisit_counterMinggu ini3914
mod_vvisit_counterBulan ini13630
mod_vvisit_counterBulan Lalu26149
mod_vvisit_counterKeseluruhan224570

Mulai 01 Januari 2012
 28 Pengunjung sedang online
Moto

pin pst

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH BULAN SEPTEMBER 2011

Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Jawa Tengah pada bulan September 2011 sebesar 5,256 juta orang (16,21 persen), mengalami kenaikan sebanyak 148,6 ribu orang jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada Bulan Maret 2011 yang berjumlah 5,107 juta orang (15,76 persen).

Jumlah penduduk miskin Bulan September 2011 daerah perkotaan sebanyak 2,176 juta orang (14,67 persen terhadap jumlah penduduk perkotaan) sedangkan untuk daerah perdesaan sebanyak 3,080 juta orang (17,50 persen).

Garis Kemiskinan di Jawa Tengah kondisi September 2011 sebesar Rp. 217.440,- per kapita per bulan. Pengeluaran makanan sebesar 73,02 persen dan bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan) sebesar 26,98 persen.

Untuk daerah perkotaan Garis Kemiskinan Bulan September 2011 sebesar Rp. 231.046,- atau naik 3,87 persen dari kondisi Bulan Maret 2011 (Rp. 222.430,-). Garis Kemiskinan di perdesaan juga mengalami peningkatan sebesar 3,61 persen menjadi sebesar Rp. 205.981,- dibandingkan dengan Maret 2011 yaitu sebesar Rp. 198.814,-.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Meskipun mengalami sedikit kenaikan dibandingkan bulan Maret 2011, tercatat pada bulan Maret 2011 sumbangan Garis Kemiskinan Makanan sebesar 72,98 persen sedangkan pada bulan September 2011 mengalami kenaikan menjadi 73,02 persen.

Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk daerah perkotaan sebesar 2,568 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 2,589. Hal ini menunjukkan bahwa di daerah perdesaan rata-rata pengeluaran penduduk miskin lebih jauh dari Garis Kemiskinan dibanding di daerah perkotaan.

Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk daerah perkotaan sebesar 0,725 dan daerah perdesaan sebesar 0,606. Hal ini menunjukkan bahwa di daerah perkotaan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin lebih tinggi dari pada daerah perdesaan.

 
Pencarian
Tautan Website BPS
Publikasi Terbaru

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Tematik

st2013

Poling Online

Data statistik apa yg Anda butuhkan?

(3337 Pengunjung telah memilih)

7.9%
21.4%
30.1%
11.6%
29.1%

Partner

centraljava

bappeda

lpse